Let's spread some kindness!

Welcome

My heart is perfect because you're inside

Terbaru

IICC PART 3: SEE YOU WHEN I SEE YOU, MALAYSIA!

Bismillahirrahmanirrahim.

Sempat menunda untuk kembali menulis lanjutan kisah selama mengikuti program IICC karena satu dan lain hal. Berhubung ini adalah janji yang harus saya tepati, semangat menulispun kembali lagi yeaay! So, this post will be the last story about my journey with IICC.

Bagi teman-teman yang belum membaca postingan sebelumnya, silahkan kunjungi :

PART 1 : https://hanisutina.wordpress.com/2019/02/04/iicc-part-1-alhamdulillah-i-got-scholarship/

PART 2 : https://hanisutina.wordpress.com/2019/02/12/iicc-part-2-day-in-singapore/

1

Saya nak mereview sikit mengenai negara ini berdasarkan informasi dari tour guide yang mendampingi kami. Malaysia merupakan negara dengan jumlah penduduk sebanyak 31,7 juta jiwa yang tersebar di 13 provinsi. Ada 3 wilayah persekutuan di negara ini yaitu Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Serawak. Hampir 65% penduduk Malaysia memeluk agama Islam sebagai kepercayaannya. Selain itu, negara ini dihuni oleh 3 bangsa utama yaitu, Melayu, China, dan India. Hampir di setiap sudut tempat pasti kalian akan menemukan 3 ras ini, di hotel, pasar, bandara, bahkan sampai di rumah makan pun rata-rata pasti ada orang melayunya, chinanya, dan indianya juga. Selanjutnya dari segi pendidikan,  Malaysia memiliki jenjang masa belajar yang hampir sama dengan Indonesia. Tingkat sekolah rendah/dasar (SD-SMP) ditempuh selama 12 tahun. Selanjutnya tingkat menengah atas (SMA sederajat) bisa ditempuh 4-5 tahun. Bagi bangsa China dan India ada masa peralihan dari sekolah rendah menuju sekolah menengah selama satu tahun. Oleh sebab itu, mereka harus belajar 5 tahunan (kurang lebih), 4 tahun di SMA dan 1 tahunnya lagi mungkin kayak gap year yaitu masa renggang/transisi/peralihan tadi. Ngapain aja sih selama masa gap year? Mereka harus belajar terutama mempelajari bahasa Melayu. Nah, buat sekolah juga ada 3 jenis yaitu :

  1. Sekolah Melayu, semua bangsa/ras boleh ikut sekolah disini.
  2. Sekolah jenis kebangsaan China (of course China doang yang boleh)
  3. Sekolah Tamel (buat anak-anak India)

2

I bet you guys know that Malaysia adalah negara dengan sistem pemerintahan kerajaan/kesultanan. Nah, ada beberapa bendera di negara Malaysia yang secara simbolis menggambarkan masing-masing wilayah/provinsi. Bendera Malaysia yang kita kenal sekarang adalah bendera persatuan yang mewakili negara Malaysia. Di setiap provinsi ada 1 sultan. Raja dipilih dari sultan-sultan tersebut (dipilih satu aja buat jadi raja). Raja memiliki masa kerja selama 5 tahun, abis gitu diganti nanti sama sultan yang lain. Nah, raja juga punya asisten yaitu perdana menteri yang saat ini dijabat oleh Tun Mahathir.

Kadang suka ada kan bercandaan “anak sultan” buat anak borju, anak yang punya kekuasaan, anak yang slonong boy, atau sekedar “heureuylah”. Sultan memang memiliki kekayaan yang cukup banyak (tajir melintir). Berdasarkan informasi dari Pak Tour Guide ternyata anak dan cicit  Sultan sudah digaji sejak lahir, lho. Gimana, mau jadi anak Sultan?

Meme-2BSultan-2BAmin-2BRichman-2BHorang-2BKayah

Banyak sekali tempat yang kami (saya dan delegasi IICC) kunjungi selama berada di Malaysia. Maka dari itu, saya akan buat per-point dan menjelaskan aktivitas selama mengunjungi tempat-tempat tersebut. Let’s begin!

  • JOHOR BAHRU

Saya dan teman-teman tiba di Johor Bahru pada malam hari. Kita cuma transit aja disini, makan malam di rumah makan dan istirahat di hotel. Sebelum memasuki Johor Bahru, kami harus mengunjungi imigrasi terlebih dahulu (soalnya kita mau peralihan dari Singapura ke Malaysia). Setibanya di kantor imigrasi agak kaget sih soalnya kita disambut oleh sekelompok petugas berbadan tinggi besar dan bawa senapan gede banget. Kurang lebih ada 10 petugas yang menyambut kami di pintu masuk. Pokoknya saya berasa teroris atau buronan yang dicari selama ini oleh petugas, soalnya diliatin banget dari mulai masuk sampe ke tempat pemeriksaan. Sayangnya, saya tidak bisa mengabadikan momen berjejernya para bapak pasukan senapan. Salah satu syarat selama di kantor imigrasi adalah kita tidak boleh mendokumentasikan apapun.

Nah, ini adalah suasana Johor di malam hari

Kalau di Bandung sholat subuh jam 06.00 wib sudah masuk kategori “Subrang” (Subuh kabeurangan/ sholat subuh kesiangan). Kalau di Malaysia jam 06.00 WIB justru baru adzan subuh. Bahkan saat jam 8 pagi, suasana disana masih sama seperti jam 05.30 di Kota Bandung.

5

  • UNIVERSITI ISLAM SAINS MALAYSIA (USIM)

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi salah satu lembaga pendidikan di Malaysia yaitu Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Universitas ini merupakan salah satu bukti perkembangan Islam dalam dunia pendidikan di Malaysia. Kampus ini berupaya untuk mengintegrasikan antara pengetahuan dengan dalil naqli dan aqli. USIM berada di Wilayah Negeri Sembilan Bandar Baru Malaysia. Universitas ini menerima mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar dan menuntut ilmu. Adapun beberapa program jurusan yang disediakan yakni, Syariah, Hukum, Quran & Sunnah, Sains, Teknologi, dan lain-lain yang meliputi program sarjana, pascasarjana, dan Doktoral.

Kegiatan yang dilakukan peserta delegasi di universitas ini adalah melakukan diskusi bersama salah satu doktor yaitu Mr.BK dengan tema “Human is the Best Creation”. Adapun lingkup pembahasan diskusi meliputi, penjelasan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dilihat dari berbagai teori dan aspek, dan memaparkan bukti-bukti bahwa manusia adalah makhluk terbaik.

Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah swt karena memiliki hati dan akal untuk berpikir. Selain itu, manusia juga diberikan hak otoritas oleh Allah untuk memilih sesuai apa yang dikehendakinya. Jika manusia berbuat baik maka ia akan menjadi makhluk terbaik di antara makhluk lain, dan jika manusia berbuat buruk dan menyebabkan kerusakan, maka ia lebih rendah derajatanya dari binatang.

Selain membahas tema tersebut, kami juga diberi kesempatan untuk menyakan hal-hal seputar USIM, baik itu program belajar, beasiswa, cara mendaftar sebagai mahasiswa, melanjutkan kuliah, biaya kuliah di USIM, dan lain-lain. Peserta juga dipersilahkan untuk melakukan campus tour  untuk melihat keadaan kampus.

Kami juga bertemu dengan teman-teman delegasi lain dari Filipina.

1112

Selama perjalanan menuju tempat selanjutnya, saya sempat berkenalan dan berbincang-bincang dengan teman-teman dari Filipina. Ada 4 orang delegasi dan kebetulan keempatnya memiliki nama awal yang sama yaitu Ahmad/ Muhammad. That was my first time spoke in English dengan orang yang nggak bisa bahasa Indonesia atau melayu sama sekali. Awalnya deg degan karena takut gabisa, tapi saya coba beranikan diri untuk uji coba dan improve my skill. Ternyata untuk bisa berbicara bahasa inggris kita nggak perlu mikirin rumus, grammar, dll. Kuncinya adalah “dare to speak” alias berani. Kami membicarakan tentang masing-masing kultur negara, program apa saja yang sedang diikuti, dan destinasi wisata di masing-masing negara.

  • BANK NEGARA MALAYSIA MUSEUM DAN GALERI SENI 

1314

Museum dan Galeri Seni Bank Negara Malaysia merupakan salah satu tempat yang disediakan bagi masyarakat sebagai sarana belajar informal untuk mempelajari pentingnya perekonomian, bank berbasis Islam, dan sejarah perekonomian Malaysia. Museum ini juga memamerkan koleksi seni central Bank Malaysia sejak tahun 1962. Museum dan galeri seni ini terletak di gedung Sasana Kijang, Kuala Lumpur. Buka setiap hari Ahad-Senin mulai pukul 10.00-18.00. Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke tempat ini.  Museum bank dan galeri seni memiliki beberapa lantai termasuk koleksi yang berbeda di setiap tingkatnya, yaitu :

  • Lantai Dasar – Children’s GalleryTerdapat beberapa permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak di tempat ini dengan konsep permainan seperti menabung, membeli barang, dan membagikan uang. Children’s Gallery adalah tempat yang unik untuk mengedukasi anak terkait perekonomian.
  • Lantai 1 – Islamic Finance Gallery, Economics Gallery, Bank Negara Malaysia GalleryPengunjung dapat mengeksplor konsep perekonomian Islam melalui media dan koleksi yang disediakan. Dipaparkan bagaimana konsep perekonomian Islam yang dimulai di Timur Tengah, Eropa, hingga akhirnya kini bisa menyebar keseluruh dunia. Economics Gallery merupakan tempat yang menjelaskan tentang perkembangan perekonomian Malaysia sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang dan prestasi yang diperoleh Malaysia terkait sistem keuangan.

    1516

  • Lantai 2 – Temporary GalleryTemporary Gallery adalah tempat pameran dan koleksi tempo dulu Bank Central Malaysia, pengunjung bisa melihat komoditi yang dijual di pasar pada zaman dahulu, melihat koleksi uang, dan berfoto di photobooth. Numimastics gallery merupakan tempat pameran sejaran uang pada zaman dahulu, baik dari segi bentuk, ukuran, yang dahulu dipakai sebagai alat tukar. Untuk memperkaya wawasan, pengunjung juga bisa memainkan permainan “barter trade” dan melihat “River of Coins

  • Lantai 3 – Art GalleryArt Gallerymemamerkan koleksi seni Bank Central Malaysia seperti koleksi lukisan-lukisan yang dibuat oleh para seniman, gambar, patung atau ukiran.

  • CENTRAL MARKET KUALA LUMPUR

Central market yang terletak di Kuala Lumpur merupakan tengara budaya dan warisan Malaysia yang terkenal. Central Market di bangun pada tahun 1888 yang awalnya berfungsi sebagai pasar. Sejak saat itu, tempat ini dianggap sebagai bangunan yang bersejara. Kami diberikan kesempatan untuk mengeksplor kegiatan di central market kuala lumpur. Saya dan teman-teman bisa membeli suvenir khas Malaysia yang ada disana seperti gantungan kunci, makanan, coklat, pakaian, dan lain-lain. Nah, di Central market ini saya sempet dimarahin sama salah satu shopkeeper nya “No photo, no videoshe said. Jadi, saya gaberani ngambil banyak gambar disini, cuma dapet beberapa foto aja.

  • PETRONAS TWIN TOWER

25

Salah satu ikon dan landmark di negara Malaysia adalah Petronas Twin Tower atau dikenal sebagai KLCC. Gedung ini berjumlah 88 lantai yang dibangun pada tahun 1993 dan diresmikan pada tahun 1999. Petronas Twin Tower pernah menjadi gedung tertinggi di dunia sejak tahun 1998-2004. Bangunan ini terinspirasi dari bentuk geometris yang ditemukan pada arsitektur islam, struktur raksasa yang gemerlap ini dirancang oleh arsitek Argentina-Amerika, Caesar Pelli. Kami diberi kesempatan untuk dapat menikmati pemandangan dan suasana disana, mengambil gambar dan membuat video sebagai kenang-kenangan.

Nah, ada kejadian unik selama di Petronas. Jadi, untuk mendapatkan foto seperti ini

27

It was so hard if you just taking a picture without fish eye lens/ wide lens. Disana banyak sekali mang mang yang jualan lensa fish eye. Harganya 50-100 ribu rupiah. Saya nggak mau beli, soalnya sayang cuma dipake sekali aja selama di Petronas (berhubung saya jarang foto-foto). And i was doing something fool! Saya sempat tiduran di tanah demi mengambil foto teman dengan latar belakang petronas twin tower. Melihat perilaku saya yang “totalitas” dalam mengambil gambar, akhirnya seorang tulis dari China menyentuh pundak saya dan berkata “take it, i lend it for you”. Beliau meminjamkan lensa fish eye nya untuk saya, Thank you so much, Sir! Akhirnya, saya bisa mendapat gambar dengan latar petronas twin tower tanpa harus tidur di hamparan paving block hehehe

3728

  • DATARAN MERDEKA

Dataran merdeka adalah saksi bisu akan kemerdekaan Malaysia. Di tempat ini bendera union jack diturunkan dan bendera federasi Malaysia dikibarkan untuk pertamakalinya pada tanggal 31 Agustus 1957. Pada zaman penjajahan, masyarakat asli Malaysia tidak diperkenankan untuk menginjakan kaki di dataran merdeka, hanya orang-orang Inggris dan kolonial saja yang boleh menginjakan kaki disana. Sebagai bentuk perlawanan, masyarakat Malaysia berhasil merebut dataran merdeka dengan mengibarkan bendera federal Malaysia, sehingga siapapun boleh menginjakan kaki disana.

2930

Saya dan delegasi IICC diberikan kesempatan untuk mengeksplor bangunan-bangunan bersejarah di dataran merdeka dengan menyimak cerita yang dipaparkan tour guide dan melakukan pengambilan gambar. Ada beberapa bangunan yang terletak di dataran merdeka, di anataranya : Bangunan Sultan Abdul Samad, Old High Court Building, Restaurant warisan (chartered bank), old railway, dan lain-lain.

  • PUTRAJAYA

Putrajaya adalah pusat administrasi Malaysia yang didirikan pada 19 Oktober 1995, nama bangunan ini diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama yaitu Tunku Abdul Rahaman Putra yang juga menjadi wilayah persekutuan Malaysia. Kawasan Putrajaya berdiri di kerajaan Selangor. Dahulu bangunan Putrajaya ini merupakan kebun sawit, sebagai ucapan terimakasih, pemerintah membangun Istana bagi kerajaan Selangor di kawasan Putrajaya. Bangunan ini adalah bangunan yang sangat cantik, modern, dan futuristik. Terdapat beberapa bangunan yang terdapat di dalam kawasan Putrajaya yaitu : Kompeks pemerintahan Putrajaya, Mesjid Putra, dan Putrajaya International Convention Centre.

Selama melakukan perjalanan melewati jalan tol, saya sempat kaget karena melihat beberapa motor berseliweran. Ternyata, di negara Malaysia pengguna kendaraan bermotor diperbolehkan untuk menggunakan jalan tol dengan jalur terpisah dengan mobil, bus, atau truck.

It’s such to be an honor bisa mengikuti kegiatan bersama IICC di Singapore dan Malaysia. Banyak sekali ilmu yang saya peroleh dalam perjalanan yang sudah dilalui. Selain itu, saya bersyukur bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat, teman-teman yang keren dari berbagai wilayah dengan segudang prestasi yang mereka miliki. Saya merasa bodoh dan belum memiliki apa-apa ternyata selama ini. Banyak sekali ilmu yang harus saya cari dan yang harus saya pelajari. Semakin kita belajar, semakin kita akan merasa bahwa diri ini hanya manusia yang memiliki banyak kekurangan.

jura

Ar-ruum ayat 42 :

rum-42

Ayat tersebut merupakan salah satu motivasi yang menjadi dorongan bagi diri saya untuk berusaha agar bisa belajar di belahan bumi Allah yang lain. Ada banyak hal yang harus kita pelajari dan kita ketahui serta harus kita tafakuri akan kekuasaan Allah di muka bumi ini. Maka, bermimpilah agar bisa menapaki kaki di negeri lain karena kita akan menemukan banyak hal menakjubkan disana!

Sempat terlintas dalam diri ingin melanjutkan pendidikan ke negara ini. Semoga Allah memberikan rezeki dan umur untuk kembali kesana. So, see you when i see you, Malaysia!

IMG20190129083113IMG20190129142210

Iklan

IICC PART 2: Day in Singapore

Bismillahirrahmanirrahiim.

Seperti yang sudah saya janjikan di postingan sebelumnya, kali ini saya akan membagikan pengalaman selama mengikuti program IICC in our first country that we visited yaitu, Singapore. Sebelumnya, untuk para readers yang terlewat membaca postingan minggu lalu, silahkan teman-teman boleh membaca terlebih dahulu postingan bagian satu, let’s visit https://hanisutina.wordpress.com/2019/02/04/iicc-part-1-alhamdulillah-i-got-scholarship/

1

I’m feelin’ so amazed with this country, Singapore. Negara ini bersih (banget), tertib, ramah pedestrian, bahkan saat itu saya tidak menemukan satu sampah pun disana. Saya ingin bercerita sedikit mengenai negara Singapore ini. Berdasarkan pemaparan tour guide yang mendampingi kami, negara Singapore ini dulu hanya seluas 537 km, namun setelah melalui proses reklamasi kini luas dataran Singapore menjadi 710 km. Luas negara ini mungkin hampir sama dengan luas kota Jakarta. Singapore dulu sempat menjadi daerah kekuasaan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Jumlah penduduk saat ini ada 5,8 juta jiwa dengan separuhnya sebesar 1,7 juta berasal dari luar negara Singapore. Saya sempat mengira bahwa bahasa nasional yang digunakan adalah bahasa Inggris karena jumlah populasi orang non melayu terlihat lebih banyak, namun menurut pemaparan tour guide ternyata bahasa nasional negara ini adalah Melayu. Negara ini juga jarang merasakan gempa bumi, jadi bangunan aman-aman aja disana. Selain itu, dari segi pendidikan, negara ini memiliki jenjang yang hampir sama dengan Indonesia. Anak-anak belajar di sekolah dasar selama 6 tahun, sekolah menengah pertama (agak beda) anak-anak belajar selama 4-5 tahun, selanjutnya sekolah menengah atas kurang lebih 3 tahunan (correct me if i’m wrong). Saya juga menemukan banyak bangunan-bangunan keren disana

367891011

Pembangunan di negara Singapore belum berhenti, negara ini masih terus membangun dan memperbaharui infrastuktur. Selain itu, kendaraan pribadi yang digunakan di Singapore tidak sebanyak di negara Indonesia. Saya nggak nemu motor besliweran di jalan, paling ada bus, mobil pribadi, dan orang-orang yang pake run wheel atau scooter.

12

Ada pembatasan dan pengaturan kendaraan pribadi disana. Kalau kita mau beli kendaraan pribadi di Singapore kita juga akan kena pajak pembelian kendaraan, harga pajaknya lebih mahal dari harga motor/mobil pribadi yang mau kita beli. Selain bayar uang beli kendaraan kita juga harus bayar uang pajaknya (jadi dua kali lipat). Selain itu, untuk kendaraan pribadi yang sudah berumur lima atau sepuluh tahun akan dihancurkan dan tidak boleh berlalu lalang lagi di jalanan. Jadi, masyarakat disana akan berpikir dua kali untuk membeli kendaraan pribadi, masyarakat disana lebih memanfaatkan kendaraan umum like kereta, bus, dll. Jadi gak ada namanya macet-macetan di Singapore. Bagi saya, udara di Singapore “rada ngaheab” hampir sama seperti di Jakarta, berhubung saya orang Bandung dan udara di kota kembang terbilang sejuk, jadi kurang terbiasa dengan udara seperti itu. Saya selalu membawa senjata andalan yaitu “hihid portable” kemanapun selama di negara ini.

13

Saya mau flashback dulu sebentar. Sebelum pergi ke Singapore, saya dan delegasi IICC lainnya berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta. Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan teman-teman dari universitas lain, ada dari UI, UGM, UMY, IPB, UIN/IAIN, Ar-Raniry, Brawijaya, Nuswantoro, dan lain-lain. Mereka juga berasal dari daerah yang berbeda-beda, seperti: Semarang, Yogyakarta, Makassar, Aceh, Bugis, Tasikmalaya, Bandung, dan masih banyak daerah lainnya. Kami ber-16 baru pertama kali jumpa di acara ini, mungkin ada beberapa yang se-univ jadi memang sudah mengetahui satu sama lain. Berikut ini adalah foto pertama kami full team ber-enambelas sebelum masuk imigrasi

1415

Saya juga ingin berterimakasih kepada para suhu yang sudah berpengalaman              ber-around the world ria, teh Irma Rohmatunnisa dan Arif Nugraha. Terimakasih telah menjadi konsultan dan pemberi solusi terbaik sebelum saya melakukan kepergian. Karena ini kali pertama saya keluar negeri, jadi saya banyak tanya terkait apa saja yang harus dipersiapkan, gimana cara bikin paspor, harus bawa uang berapa, harus antisipasi apa aja, harus naik travel apa, gimana cara pulang pergi, dan lain-lain. Hatur nuhun, suhu! Follow ig : @irmarrnisa @m_arifnugraha

Perjalanan dari CGK ke Changi Airport ditempuh selama 1 jam 40 menit. Take off pukul 11.10 sampai di Changi pukul 14.00 waktu Singapore. Selisih waktu Indonesia dan Singapore adalah 1 jam (lebih cepat Singapore). Setibanya di Changi, saya dan teman-teman lain melakukan pemeriksaan di imigrasi.

161718

Sayangya, kami tidak berkesempatan untuk eksplor bandara tercantik sedunia ini. Sebelum pergi, saya sempat browsing bandara Changi dan bagus banget

*Source: google.com

Karena keterbatasan waktu jadi PIC dan tour guide segera menjemput kami untuk melakukan perjalanan.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Jamiyyah Singapore. Lembaga Islam ini  sudah berdiri sejak tahun 1932 oleh Maulana Abdul Alim Siddiq. Lembaga ini aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial masyarakat. Jamiyyah Singapore memiliki program pendidikan mulai TK hingga diploma, memiliki rumah sakit, panti jompo, childcare, panti rehabilitasi narkoba, rumah makan, dan lembaga dakwah lainnya. Segmentasi dakwah yang menjadi sasaran Jamiyah Singapore adalah seluruh kalangan untuk semua umur baik muslim maupun non muslim.

19202122

Seluruh peserta delegasi melakukan kunjungan dan diskusi bersama staff  Jamiyah Singapore, selain itu seluruh peserta bertemu dengan pengajar dan siswa TK Jamiyah Singapore sekaligus mengamati proses kegiatan belajar dan  mengajar.

2324252627

Adapun informasi yang diperoleh dari hasil diskusi yang telah dilakukan bahwa ada beberapa pelayanan yang dilakukan oleh Jamiyah Singapore kepada masyarakat, di antaranya:

  • Food Ration

Salah satu pelayanan yang diberikan adalah memberi makan orang miskin. Departemen kesejahteraan Jamiyah mengeluarkan jatah makanan gratis bagi orang yang membutuhkan.

  • Klinik Hukum

Panel pengacara sukarela Jamiyah Singapore yang memberikan nasihat dan konseling hukum kepada klien dari semua ras tentang masalah perselisihan keluarga, perkawinan, pembagian properti, dan lain-lain.

  • Klinik Medis

Dibuka pada tahun 1975, klinik gratis ini dikelola oleh tim dokter dan perawat sukarela.

  • Layanan konseling

Pusat ini menyediakan berbagai konseling berdasarkan hukum dan prosedur syariah, layanan terapi dan pendidikan dalam lingkungan dan budaya.

  • Woman Section

Relawan perempuan memainkan peran penting dalam program layanan Jamiyah. Bagian ini mengambil bagian aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan dan dakwah salah satunya yaitu kegiatan Penghargaan Ibu Teladan Tahunan.

Selain itu dalam segi pendidikan studi Islam Jamiyah Education Centre berupaya untuk menanamkan individu dengan nilai-nilai moral yang membentuk genetasi muslim. Program-program yang disediakan memfasilitasi peserta didik dengan berbagai minat, baik kaum muda maupun orang dewasa. Berikut adalah beberapa komunitas pendidikan di Jamiyah Singapore :

  • TK Jamiyah
  • Jamiyah Childcare Centre
  • Global Child Development Centre
  • Clementi Student Care Centre
  • Rivelvale Student Care Centre

Saat itu, saya dan delegasi IICC lain diberi kesempatan untuk melihat kegiatan di TK Jamiyyah Singapore. Awalnya, saya mengira adik-adik sedang melakukan kegiatan madrasah diniyyah (biasanya kalau di Indonesia setiap sore itu ada “ngaji”) saya mengira mereka melakukan hal yang sama. Ternyata, sekolah kindegarten di Jamiyyah Singapore ada dua shift kelas, pagi dan sore, jadi anak-anak bisa memilih mau ikut kelas pagi atau sore. Saya juga sempat berbincang-bincang dengan teacher dan beberapa adik-adik disana. Rata-rata orang Melayu dan India yang menempuh pendidikan di TK Jamiyyah Singapore ini. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris. Jadi, saat berkomunikasi dengan teacher dan adik-adik, kami harus menggunakan bahasa Inggris.

282930

Satu hal yang patut diapresiasi bagi lembaga ini umunya bagi saudara-saudara Muslim di Singapore adalah bahwa mereka memiliki semangat dakwah yang besar. As we know, Singapore adalah negara dengan agama Islam sebagai minoritas, tetapi hal tersebut tidak lantas menjadikan semangat dakwah mereka redup. Konsep Islam Rahmatan lil ‘alamiin yang menjadi landasan bagi setiap Muslim selalu direalisasikan oleh Jamiyyah Singapore dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas dan layanan yang diberikan tidak hanya diberikan bagi Muslim saja, namun masyarakat non  Muslim bisa merasakannya. Sehingga, kebaikan Islam tidak hanya dirasakan oleh pemeluknya namun bagi seluruh makhluk.

Untitled-1-800x445

*Source : Dakwahjambi.com

Jadi, kita sebagai warga negara Indonesia dengan Islam sebagai agama mayoritas harus memiliki semangat lebih dalam melakukan dakwah dan menuntut ilmu. Setiap Muslim harus memiliki kesadaran dan melakukan upaya kontribusi dalam membangun serta mengembangkan Islam di bumi Allah ini. Salah satu tugas yang Allah amanahkan bagi setiap muslim adalah menyeru dan menasihati dalam kebaikan serta dalam kesabaran :

surat al asr

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu taman yang sudah termahsyur yaitu Merlion Park. Saya dan teman-teman delegasi diberikan waktu kurang lebih 40 menit untuk mengeksplor suasana di taman tersebut. The most iconic of this country is the Merlion. Terdapat patung kepala singa yang menjadi maskot bagi negara Singapore  di Taman yang terletak di Marina Bay ini. The merlion adalah patung berkepala singa dan berbadan ikan. Secara terminologi Mer berarti laut, dan lion berarti Singa. Badan ikan melambangkan bahwa pada zaman dahulu, Singapore  terkenal sebagai tempat dengan banyak para nelayan. Kepala Singa melambangkan nama Singapore  sebagi kota Singa. Patung ini memilki tinggi 8.6 meter dan berat 7 ton. The Merlion dibangun oleh pengrajin lokal Lim Nang Seng, diresmikan pada 15 September 1972 oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Patung ini dibuat untuk menyambut semua pengunjung ke Singapore .

31323334353637

Saya sangat senang bisa mengunjungi negara ini. Sejak dulu, saya pernah bercita-cita ingin mengunjungi Singapore dan Alhamdulillah Allah mewujudkan mimpi itu di tahun 2019. InsyaAllah di postingan berikutnya saya akan membagikan pengalaman saya di negara Upin dan Ipin selama mengikuti kegiatan IICC. Terimakasih sudah membaca postingan saya, semoga bermanfaat dan bisa menjadi ilmu bagi kita semua. Wassalamu’alaikum, see you next week!

IICC PART 1: Alhamdulillah, I got scholarship!

Bismillahirrahmanirrahiim…

Banyak sekali direct message yang masuk dengan pertanyaan-pertanyaan “Hani liburan ya?” “Hani ngapain disana?” “Hani lanjut S2 kah?” (Aamiin ya Allah) “Ciee yang lagi holiday” “kamu ikut program ini dari kampus?” dan pesan lain yang isinya hampir sama. Jadi, di blog ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai pengalaman  selama mengikuti program IICC yang di split menjadi beberapa part. Sebelumnya mohon maaf kalau gaya tulisannya kurang “sreg” di baca, boring, dan gabanget. Saya harap dengan kembalinya saya ke dunia per-blog-an bisa menjadi motivasi untuk kembali belajar menulis. Sebenarnya blog ini sudah saya buat sejak tahun 2012, hanya saja saat itu blog ini digunakan untuk keperluan kompetisi, lomba, dan kuis. Jadi, mohon maaf dengan isi postingan sebelumnya hehehe sengaja nggak saya hapus (dihapus sebagian soalnya alay) ada beberapa yang memang berhasil diapresiasi oleh beberapa penyelenggara (lomba, kompetisi, dan kuis) jadi gaenak kalau dihapus.

Selain itu, tulisan ini saya buat atas dasar janji yang pernah saya ucapkan saat proses wawancara dengan pihak IICC, bahwa saya akan membagikan pengalaman saya selama mengikuti program kepada orang lain. I hope it will be inspire and give some kindness to you, guys!  So, kita mulai dengan cerita awal bagaimana saya bisa mendapat kesempatan bersama IICC untuk explore dan trip bareng ke Singapore dan Malaysia (karena ini banyak banget yang nanya gimana caranya). Sebelumnya, let me tell you about IICC.

download

Islamic International Culture Connect (IICC) merupakan sebuah komunitas/lembaga penyelenggara short study program atau program belajar singkat untuk mengeksplor keislaman, kebudayaan, dan sejarah di luar negara Indonesia. IICC juga pernah menyelenggarakan short study program ke Osaka Jepang, Singapore, dan Malaysia. Kita bisa ikut short study program ini dengan tiga cara, ada jalur Social dan Regular scholarship (kesempatan beasiswa program fully funded), Executive program/self funded (biaya sendiri) dan partial payment (jadi pembiayaan ada yang sebagian kita bayar dan sebagiannya lagi ditanggung IICC). Peserta yang boleh mengikuti kegiatan ini adalah pelajar tingkat SMA sederajat dan mahasiswa dengan batasan umur 17-25 tahun. Saya merekomendasikan agar temen-temen yang masih sekolah tingkat SMA dan temen-temen mahasiswa yang masih aktif kuliah bisa ikut program IICC ini karena manfaat banget, nambah wawasan, nambah temen baru juga, and of course giving a new experience for us. (no endorse ya, ini 100% dari lubuk hati yang terdalam). Penjelasan lebih lengkap bisa kalian cek di instagram @iicc.or.id  kalian bisa tau alur pendaftaran, step by step ikutan program, dan informasi lainnya.

aluralur2beasiswa

“Hani, kamu ke luar pake biaya sendiri?” “Berapa total trip kamu?” “Kamu pake tiket promo, kah?”  dan pertanyaan lainnya juga turut mewarnai kehidupan saya akhir-akhir ini. Alhamdulillah bini’matillah IICC menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan cita-cita saya belajar di Singapore dan Malaysia. Saya applied short study program ini lewat jalur scholarship dan Alhamdulilah dapet fully funded, include : tiket pesawat PP, hotel, transportasi publik selama program, makan, sertifikat, dokumentasi, merchandise, PIC, dan first aid. Jadi, yang harus saya siapkan hanya paspor, personal equipment (bath needs, dresscode, alat tulis, etc), uang saku, dan perjalanan saya dari rumah menuju bandara Soekarno-Hatta.

Untuk bisa mendapatkan scholarship fully funded dan partial payment tentu ada beberapa tahap seleksi yang harus dilalui, seleksi administrasi, video selection, interview, dan pengumuman. Kalau jalur self funded kalian tidak perlu bersusah payah mengikuti seleksi, cukup daftar dan melakukan payment program. Seleksi administrasi adalah seleksi pertama yang harus dilalui, sebenernya semua peserta bakal keterima di stage ini, pengumuman di seleksi administrasi/registrasi ini cuma make sure kalau nama kita tercantum sebagai calon delegasi IICC, kita hanya perlu mengisi formulir yang disediakan dan bayar registrasi sekitar 200-250k tergantung jalur scholarship yang dipilih.

Selanjutnya saya dan peserta lain mendapatkan tugas untuk membuat video inspirasi tentang “How to show my pride as a Muslim”. Saya harus menjelaskan bagaimana menunjukan kebanggan sebagai seorang muslim dan kaitannya dengan major/jurusan yang saya ambil di universitas. Berikut ini adalah video yang saya buat:

Link : https://www.youtube.com/watch?v=ccFbxinYyW0

yutub

I just wanna say thanks to my bestie, Rizki Nur Farida yang sudah memberikan informasi terkait IICC ini dan memotivasi untuk coba ikutan. Selanjutnya, untuk Siska Talia yang udah mau berpanas-panas ria di rooftop gedung kampus untuk jadi cameraman sekaligus director dalam pembuatan video ini, dan bersedia menjadikan kosannya sebagai tempat saya untuk menginap. Beberapa kali edit dan render video selalu ada yang kurang, sampai begadang di kosan dan tidur setelah shalat subuh. Selanjutnya, untuk Bang Cogel alias Aiman terimakasih atas pinjaman DSLR nya, sehingga kualitas videonya bisa lebih baik daripada kamera poket atau kamera handphone padahal kameranya mau dipake buat kegiatan kampus, hatur nuhun, Bang! Follow ig : @rzknrfrd @siskatalia @bang_chogell

Terimakasih juga untuk seluruh dosen & staff Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung, terutama kepada Bapak Enoh, Bapak Adang, dan Bapak Khambali atas dukungan dan supportnya, hatur nuhun.

video selction

Alhamdulillah atas izin Allah, akhirnya nama saya tercantum dalam daftar anouncement for video selection dan masuk ke step berikutnya. Saya rasa seleksi wawancara adalah salah satu seleksi yang cukup menegangkan. Saya ingat betul ketika ditanya kuliah dimana saya lupa nama univ sendiri hehehe (saking nerveous). Wawancara dilakukan by phone dalam bahasa Inggris. Saya mendapat jadwal wawancara pada pukul 10.25 WIB saya sempat mengira bahwa saya akan mendapat panggilan via regular phohe, setelah jam menunjukan pukul 10.25 ternyata saya tidak mendapat panggilan sama sekali. Penasaran, saya cek ulang jadwal wawancara, dan menemukan ini:

phone

Saat itu, data connection dalam keadaan mati karena saya yakin akan mendapat panggilan telepon reguler, setelah mengaktifkan data internet dan cek whatsapp ternyata benar saja sudah ada 2 panggilan tidak terjawab. Sempat pesimis dan me-legowo-kan hati “mungkin belum rezeki” “masih ada another chance for you, honey!”. Akhirnya, saya memutuskan untuk melupakan wawancara tersebut dan melanjutkan aktivitas di kampus. Siangnya, saya memutuskan pergi ke Daarut Tauhiid untuk menghadiri kegiatan briefing sebuah acara, di tengah perjalanan (saat saya dan mamang grab sedang melaju) ternyata i got another chance from IICC, yeay! Saya mendapat panggilan wawancara kedua (Alhamdulillah). Ternyata suara saya tidak terdengar jelas oleh pewawancara, akhirnya saya meminta mamang grab untuk menepi terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan dan menjelaskan kondisi saya saat itu. Alhamdulilah, mamang grab pengertian dan baik sekali, sehingga beliau mau menunggu saya untuk di wawancara dan melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan biaya tambahan. Terimakasih mang grab!

Esoknya, ketika final announcement saya sengaja untuk tidak membuka website IICC karena emang pesimis “pasti nggak lolos” dan fokus untuk menyelesaikan aktivitas hari itu. Saat hendak briefing malam, sambil menunggu panitia lain saya coba memberanikan diri membuka website IICC dan Alhamdulillah, finally!. Saya yakin ini berkat doa dan ridho dari orangtua.

Announcement akhir

Sebelumnya, saya juga pernah applied program IICC  dengan tujuan negara Malaysia Februari 2018, ternyata memang belum ada takdir saya pergi. Sehingga saya hanya lolos sampai tahap interview. Sempat intropeksi diri mungkin karena salah niat dan tidak meminta restu orangtua terlebih dahulu. Kali kedua mengikuti IICC batch Singapore-Malaysia saya sempat meminta doa kepada orangtua dan guru selain itu juga rajin-rajin istigfar (untuk meluruskan niat) and remember one hadith :

istigfar

Yeaay, ternyata semua formula itu berhasil mewujudkan salah satu keinginan dalam hidup saya. Hikmah yang bisa saya ambil dari kisah yang sudah dilalui adalah ridho orangtua ternyata penting banget untuk kita raih karena :

ridho Allah

Ketika orangtua meridhoi apa yang akan kita kerjakan, niscaya Allah akan mempermudah jalan dalam meraihnya. Jadi, kalau lagi galau datanglah kepada Allah dan kepada kedua orangtua untuk minta didoakan agar kita bisa menyelesaikan dan meraih apa yang kita harapkan.

Dalam sebuah keputusan ada resiko  yang harus ditanggung” kalimat itu saya rasakan setelah saya dinyatakan lolos dan menjadi final delegate IICC. Ternyata waktu keberangkatan nyaris bertepatan dengan waktu sidang skripsi. Saya diberi pilihan oleh pihak fakultas: “ikut skripsi tapi tidak mengikuti kegiatan IICC, atau menunda sidang dan mengikuti kegiatan IICC” (kalau udah sidang otomatis udah yudisium dan bukan sebagai mahasiswa lagi). Akhirnya, saya memutuskan untuk menunda sidang skripsi karena keinginan saya lebih kuat untuk belajar dan mengikuti kegiatan IICC. Tidak sampai disitu, saya mendapat tawaran untuk mengajar di sekolah yang saya cita-citakan setelah lulus (jadi abis lulus kuliah saya ingin menjadi pengajar di sekolah tersebut). Keinginan ini sudah ada sejak semester 1. Namun, waktu wawancara juga bertepatan dengan waktu dimana saya akan melakukan short study program IICC, akhirnya saya putuskan untuk tetap mengikuti program IICC. Saya yakin pilihan yang sudah diputuskan ini tidak salah, because the choice is mine, saya yang memahami diri saya sendiri, Allah juga pasti akan memberikan jalan terbaik untuk setiap hamba-Nya. (I believe it).

IMG20190130100250

Banyak sekali hikmah yang bisa saya ambil dari awal persiapan mengikuti kegiatan short study program ini. Saya harap apa yang saya lakukan ini bisa memberi kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain. Saya harap teman-teman readers semua bisa mengambil nilai positif dari apa yang sudah saya ceritakan (dan yang jeleknya harap dimaafkan dan dibuang jauh-jauh). InsyaAllah di tulisan berikutnya part 2 saya akan menceritakan kisah saya dan teman-teman delegasi lainnya selama di Singapore. (InsyaAllah diposting selasa depan ya) See you soon!

CHALLENGE #2 : KEJAR AURORA

Yay akhirnya bulan ini sempet ngeblog juga setelah sekian lama hiatus hahaha… tentunya blogpost ini spesial untuk diikut sertakan dalam challenge #2 dari Mbak Winda Krisnadefa.

Jadi keingetan waktu bulan lalu, dikasih tugas bikin dokumenter gitu deh sama guru mata pelajaran penyutradaraan, dokumenternya bebas sih mau tema tentang apa aja. Kebetulan ada salah satu kelompok yang mengangkat sebuah dokumenter dengan tema yang pas untuk challenge #2 Mbak Winda Krisnadefa ini. Maka dari itu sekarang izinkan saya untuk sedikit membagi informasi kepada para readers semua.

Belajar adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh manusia. Sebagaimana dikatakan dalam sabda Rasulullah S.A.W :
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat”
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”

Belajar dengan tujuan untuk memperoleh kebaikan kelak akan dicatatkan sebagai amal soleh oleh malaikat rakib dan senantiasa akan mendapat ganjaran kebaikan disisi Tuhan. Langsung aja nih saya pengen cerita tentang salah satu komunitas di Cihanjuang yang kebanyakan anggotanya mahasiswa-mahasiswa kreatif, cerdas, imut, ganteng, cantik, baik, dan so pasti gaul. Komunitas mahasiswa ini mendirikan sebuah kelompok belajar untuk masyarakat di Cihanjuang.

rff

“KEJAR AURORA” adalah kelompok belajar yang disegmentasikan untuk teman-teman yang masih duduk dibangku TK sampai SD kelas 6. Ide pembuatan kelompok belajar ini bermula dari cita-cita Kak Puji Prabowo yang ingin mendirikan sebuah sekolah, berkat gagasannya itu maka dibentuklah kelompok belajar ini bersama teman-teman komunitasnya. Kelompok belajar Aurora, bukan sembarang kelompok belajar biasa, disini setiap siswa berkesempatan untuk mendapatkan soft skill atau pelajaran tambahan diluar sekolah. Setiap siswa akan diajarkan untuk berimajinasi, bagaimana berbicara di depan umum, mengungkapkan pendapat, menjalin hubungan sosial yang baik, dan pelajaran lain yang tidak didapatkan di sekolah formal.

iuii

Siapapun bisa masuk untuk menuntut ilmu di kelompok belajar ini, gratis tidak dipungut biaya apapun, asalkan siswa yang mau ikut belajar harus memenuhi persyaratan umur yang diminta. Kejar Aurora merupakan tempat dimana kita bisa berbagi dan menggali ilmu bersama-sama. Tempat ini semata-mata dibentuk dengan tujuan sebagai wadah bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan biaya.

Kejar Aurora ini dulu berlokasi di daerah Sarijadi dengan menyewa ruko ukuran 2 x 4 meter yang diberi nama ruang imajinasi. Namun sekarang, untuk kegiatan belajar, Kejar Aurora sudah mendapat tempat yang luas di tanah milik perusahaan bandrek Cihanjuang dengan suasana yang nyaman, asri, dan menarik, sehingga setiap siswa bisa lebih leluasa untuk melakukan aktivitasnya.

Denah lokasi ini dibuat oleh kelompok dokumenter Kejar aurora

Denah lokasi ini dibuat oleh kelompok dokumenter Kejar aurora

Meskipun pengajarnya datang atas dasar sukarela (nggak dibayar) tapi hal ini nggak membuat pengajarnya untuk malas membimbing anak didiknya mencari ilmu. Dana yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari pun didapat dari pengajarnya sendiri, mereka mendapatkan uang dari menjual buku, menjual, kaos, dan dana dari Kakak Asuh (donator) setiap bulannya.

l

Berikut adalah kegiatan-kegiatan menarik di Kejar Aurora :

uouou

rrr

uu

UJ

jiijui

Biasanya sebelum mulai belajar anak-anak pasti disuruh untuk berimajinasi dulu, bikin sebuah gambar gitu apa aja yang ada di dalam pikirannya, habis gitu yang mau maju kedepan dan menceritakan gambarnya bakalan dikasih hadiah gitu, macem-macem kadang dikasih permen, coklat, dll.

Nah, kegiatan berenang ini biasanya diadakan sebulan sekali pada hari minggu

ij

oi

Suasana belajar Kejar Aurora.

d

iioii

ooiououio

Belajar sambil bermain memang merupakan konsep dari kelompok belajar Kejar Aurora , hal ini dimaksudkan agar para siswa tidak merasa bosan. Kak Puji, Kak Anggia, Kak Munzir, Kak Ebbie, Kak Yusuf, Kak Ica, dan Kak Dilla, adalah para pengajar di Kejar Aurora ini. Nah, yang mau datang ke Kejar Aurora ini langsung aja deh mampir ke Cihanjuang Bandung deket pabrik bandrek Cihanjuang, atau bisa juga menghubungi Founder and Managing Director of Kejar Aurora yaitu Kak Puji Prabowo di pujiprabowo5@gmail.com atau di twitter @kejarAURORA

Mungkin itu aja sih, yang bisa aku share semoga bisa memotivasi kita untuk memajukan bangsa dan negara ini, juga menambah semangat kita untuk belajar dan menuntut ilmu meskipun pendidikan di Indonesia lagi simpang siur dan gak jelas. Thanks.

banner lomba

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel”

RESENSI NOVEL 12 MENIT : MEMBUKA ISI LEMARI BIRU

image

Judul                  : 12 Menit
Pengarang        : Oka Aurora
Penerbit             : Noura Books
Tahun Terbit  : 2013
Tebal buku      : 348 Halaman
Cetakan I          : Mei 2013

Novel 12 menit karya Oka Aurora merupakan novel pertama Oka yang diadaptasi dari skenario filmnya yang keempat. Novel bercover biru yang sederhana ini telah mendapat perhatian dari Andy F. Noya (host Kick Andy), Helvy Tiana Rosa (penulis) dan seorang penyanyi Oppie Andaresta.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sebuah bangsa sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri”
(Q.S : Al-Ra’d (13) : 11)

             Sebuah pembuka yang cukup menarik, kata-kata mutiara kitabullah itu tetulis dilembar ketiga setelah pembaca membuka lemari biru kayu yang sederhana itu. Novel 12 menit ini menyajikan kisah perjuangan sekelompok anak-anak Bontang untuk meraih satu mimpi mereka dalam satu tekad bulat dan semangat bersama.

Sejak duduk dibangku SMA Rene sudah aktif dalam kegiatan marching band sekolahnya. Selepas ia meninggalkan bangku SMA, orangtua Rene mengirimkannya ke Amerika untuk menimba ilmu di fakultas Music Education and Human Learning walau hanya dengan modal pas-pasan.

Rene memberanikan diri untuk mengikuti audisi sebuah marching band berskala internasional. Dia diterima sebagai anggota snare. Dengan kerja keras dan bakat yang dimilikinya, ditahun kedua ia bisa memegang posisi section leader, kemudian di tahun keempat ia diangkat menjadi seorang instruktur.

Sekembalinya ke Jakarta, berbekal skripsi A+ dengan judul “ Pemberdayaan Marching Band Untuk Meningkatkan Kemandirian Remaja Di Negara-Negara Berkembang” dan curriculum vitae luar biasa yang dimilikinya, ia dibanjiri dengan tawaran-tawaran untuk menjadi instruktur dalam tim marching band. Rene bahkan bisa membuat tim marching band sebuah perusahaan menggondol juara umum di acara bergengsi GPMB (Grand Prix Marching Band) tiga kali berturut-turut. Hal itulah yang menjadi dasar manajer tim Marching Band Bontang meminta Rene agar bisa menjadi instruktur tim mereka.

Rene dengan semangat yang kuat, berhasil meyakinkan manajer tim Marching Band Bontang bahwa ia akan melatih timnya dan menyabet piala kemenangan di acara GMPB nanti.

Setelah melakukan audisi yang cukup ketat akhirnya tim inti untuk Marching Band Bontang terbentuk juga. Dengan kegigihan dan usaha kerasnya Rene mengabdikan dirinya untuk melatih anak-anak pemimpi dari Bontang.

Lahang, Tara, dan Elaine adalah sebagian kecil dari pasukan gigih tim Marching Band Bontang. Dengan persoalan hidup masing-masing, mereka harus bisa memilih satu yang terpenting, tim marching band atau masalah hidup mereka sendiri.
Detik demi detik, jam demi jam, hari demi heri, dan tetes peluh yang tak dapat dihitung banyaknya, sudah mereka pertaruhkan demi Bontang di acara GMPB nanti. Meski mereka hanya datang dari sebuah kota di pelosok negeri, meskipun orang-orang menganggap mimpi mereka itu mustahil, namun mereka tetap percaya “dreaming is believing”. Mereka adalah prajurit-prajurit berharga yang indah, seperti berlian di dalam lumpur.

Novel inspiratif ini menjadikan alur maju sebagai alur utamanya, namun beberapa flashback juga turut disisipkan dalam cerita ini. Konflik yang ditimbulkan cukup menarik, seperti mengajak pembaca untuk bersama-sama merasakan beban berat yang dipikul si tokoh dalam novel ini. Konflik yang disajikan pun tidak hanya satu, namun ada beberapa konflik yang ditempatkan dalam sudut pandang yang berbeda.

Oka Aurora berhasil memberi karakter hidup yang kuat bagi tokoh-tokoh di lemari biru ini. Dengan teknik penyampaian melalui dialog, monolog, deskripsi langsung, dan tanggapan antar tokoh, membantu pembaca agar bisa menyimpulkan sifat dari masing-masing tokoh.

“Saya memang orang baru di marching band ini. tapi, Anda tahu sendiri, saya bukan orang baru di marching band. Dan ini, bukan kali pertama saya membawa sebuah tim jadi juara. Saya butuh anda percaya pada saya. Kalau anda saja nggak percaya, bagaimana orang lain. Saya akan membuat marching band ini jadi juara umum di GMPB tahun ini” –hal.14-

Dari kutipan dialog diatas pembaca bisa memahami sifat Rene yang ambisius dan penuh dengan percaya diri. Namun dari keseluruhan cerita, Rene juga merupakan seseorang yang keras kepala, teguh pendirian, dan mampu membangkitkan semangat.

“Sedangkan Bontang… seperti apa orang-orangnya? Apa mereka mengenal Violin Concerto in D minor-nya Mendelssohn? Atau Violin Concerto in C Major milik Joseph Haydn? Bukankah alat musik disana hanya Sampeq –alat petik dari kayu- dan beberapa macam jenis gong” –hal 16-

Setelah membaca untaian kalimat diatas, pembaca akan segera menyimpulkan karakter Elaine yang angkuh, sinis, sombong dan tinggi hati. Namun seiring membaca setiap helaian lembar novel ini, bukan sosok itulah yang ingin ditunjukan Oka dalam tokoh Elaine.

”Elaine menoleh kearah suara itu berasal. Dan, dia terperangah, ketika melihat seluruh murid sekolah, berjajar di sepanjang dinding-dinding bangunan megah itu. Mereka melambai, mengucapkan selamat jalan, meyakinkan Elaine bahwa dia akan dirindukan. Seakan gedung sekolah itu melambai padanya.
Dan sekali lagi, ibu Elaine dikejutkan. Dia menatap tak percaya pada pemandangan itu. anaknya? Elaine? Yang pendiam ini? anaknya yang pendiam ini dilepas oleh teman sebanya ini?” –hal.30-

               Elaine adalah gadis cerdas yang sudah tidak diragukan lagi bakat dalam bermusik dan akademisnya. Elaine yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini memiliki konflik yang cukup sulit, dimana ia harus memilih antara marching band dan sekolahnya. Ayahnya, Josuke mengharuskan Elaine untuk tetap fokus terhadap sekolahnya, namun disisi lain Elaine juga menyukai dunia musik yang sudah menjadi bagian hidupnya (jadilah Elaine si gadis penggalau hahhahahaha). Dari sinilah muncul karakter Elaine yang pendiam, namun ia juga merupakan sosok yang baik, dan memiliki hati nurani yang masih bisa berfungsi untuk menentukan yang terbaik untuk dirinya.

Lahang, dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimilikinya, ia harus berjuang merawat ayahnya yang sakit, namun ia juga ingin mewujudkan mimpinya yang sudah lama tersimpan dalam toples harapan. Situasi sepelik ini mampu mengubahnya menjadi seorang yang tegar, pantang menyerah, ulet dan rajin.

Tara, memiliki tekad dan usaha yang kuat untuk menguasai nada-nada snare drum meski memiliki keterbatasan pendengaran. Namun sesekali ia juga selalu teringat luka masa lalunya yang tak pernah hilang.

Novel 12 menit ini disajikan dengan penuturan gaya bahasa yang baku namun santai, pembaca akan merasa nyaman dengan minimnya typo yang ditemukan, selain itu terdapat dialek khas Bontang yang memperkuat suasana setting Kalimantan Timur di novel ini. Pembaca akan disuguhi dengan kejutan-kejutan menarik disetiap babnya, selain itu suasana-suasana yang tidak dapat diprediksi kerap kali membuat hati seperti diguncang-guncang, terkadang riang, santai, sedih, tegang dan bahagia.

Novel karya Oka Aurora ini layak untuk diberi apresiasi lebih oleh para pembaca. Novel inspiratif yang kaya akan moral ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa hidup ini tidaklah mudah, batu yang menghalang sudah pasti ada menanti, dengan segala jalur pilihan yang harus kita putuskan sendiri dengan tekad dan keyakinan hati untuk bisa singgah dalam mimpi-mimpi kita, dreaming is believing VINCEROOOOO!

Biodata peresensi
Hani Sutina, biasa dipanggil Hani. Saat ini berstatus sebagai pelajar di SMKN 1 Cimahi. Rajin membuka sosmed seperti facebook: Hani Sutina hanisutina17@yahoo.com
twitter: @hani_sutina

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis resensi novel ‘12 Menit’ yang diselenggarakan oleh Nourabooks, periode Juni 2013 s/d November 2013

REVIEW BUKU : THE AMAZING BOOK

image

          Hidayah tentu merupakan sebuah anugerah indah yang diberikan Allah S.W.T kepada kita. Mukjizat paling agung ini tak mungkin tergantikan dengan uang, emas, perak, atau harta duniawi lainnya. Sungguh orang-orang beruntung yang bisa mendapat hidayah sebagai pencerah hidup, dan penuntun jalan untuk beribadah kepada-Nya. Hidayah ibarat  cahaya terang benderang yang mengisi kisi-kisi dalam hati dari kekosongan dan kegelapan. Kadang kita tak menduga kapan hidayah itu akan datang, bagaimana hidayah itu akan datang, melalui siapa hidayah itu datang. Namun bisa jadi hidayah itu sudah datang kepada kita namun kita tak meraihnya malah menghiraukannya, atau hidayah juga bisa datang dikala kita sedang sedih, senang, atau tertimpa suatu musibah.

          Buku The Amazing Hidayah merupakan sebuah kumpulan kisah yang berisi 33 cerita yang ditulis oleh 33 penulis berdasarkan kisah hidup yang dialami. Banyak sekali cerita yang saya favoritkan disini, salah satunya adalah kisah yang berjudul “Bertanya Kepada Allah”. Sebuah masa kelam tanpa penerangan tentulah pernah kita lalui, terkadang kita juga membutuhkan peta dan petunjuk untuk menuju jalan yang benar, mengambil air wudhu dan shalat dua raka’at kemudian kita bisa bertanya segala apapun yang tak bisa kita pecahkan pada Allah dalam do’a. Dalam kisah ini si penulis menceritakan bahwa  si tokoh ‘aku’ yang memiliki masa kelam akhirnya mendapat sebuah petunjuk melalui sebuah cahaya yang bersinar bertuliskan syahadat di dinding dan diatas langit-langit, dan akhirnya ia pun sadar dan kembali bertaubat kepada Allah. Ada kisah lain juga yang menceritakan transformasi seorang wanita dunia yang akhirnya berhijab demi keta’atan kepada Allah untuk mencapai akhiratnya. Ada juga kisah bagaimana seseorang berusaha menghafal Al-qur’an 23 Juz hanya dalam waktu 1 bulan. Dan kisah-kisah lainnya yang tentu saja sangat inspiratif.

          Melalui buku ini saya merasa malu sekaligus tersindir. Sebagai hamba Allah yang hina dan tak jarang melanggar aturan-Nya saya sepatutnya harus segera bertaubat dan memohon ampun pada-Nya. Buku ini seperti memberi ‘jeweran’ kepada saya, bahwa selama ini sudah banyak sekali kesalahan yang sudah saya perbuat, mulai dari kufur nikmat, cinta pada dunia, dan tak jarang saya pun kurang mengingat Allah. Menjadi muslimah kaffah belum juga saya wujudkan. Melalui buku ini saya juga menjadi lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang Insya Allah bernilai pahala Amiin..

          Buku ini sangat cocok untuk dijadikan koleksi perpustakaan bagi para pembaca semua. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa dibalik musibah itu pasti ada hikmah terselip yang sangat besar kebaikannya untuk kita, Allah benar-benar tidak pernah melupakan hamba – hamba-Nya meski kita malah ingkar kepada-Nya, ternyata Allah tidak membiarkan hamba-hamba-Nya termenung sendiri dalam kegelapan, Dia senantiasa memberi cahaya hidayah untuk kita semua.

          Jika para pembaca berminat untuk membeli buku ini, bisa menghubungi Akh Kemal melalui twitter @gustkemal atau nomor handphone 087722201373.

          Hidayah itu memang mahal dan sulit untuk mendapatkan-Nya, kelak jika hidayah datang padaku “kan ku genggam hidayah ini erat-erat selamanya”

Thank’s to
Kak, Akh Kemal (@Gustkemal)

Thank’s for gave me the
Amazing book

REVIEW : MENCICIPI KISAH MACAROON LOVE

image

        Macaroon love merupakan buah karya unik hasil cipta imajinasi Winda Krisnadefa.  Berbeda dengan novel lainnya, novel ini ternyata menyuguhkan cerita cinta menarik,  dibalut dengan cita rasa kuliner yang bisa anda cecapi asam manisnya… yummy!

“Gali, Magali,  tukang gali sumur..”
“Gali, Magali,  tukang gali kubur…”

        Kalimat-kalimat itu memang tidak asing lagi bagi gadis yang berprofesi sebagai food writer ini. Magali, adalah nama yang kerap kali dijadikan buah ejekan sekaligus plesetan!. Nama yang terdengar tidak mainstream itu memang sudah mewakili sifatnya yang anti mainstream juga, lihatlah bagaimana ia menikmati french fries dan mencocolkannya langsung kedalam vanilla sundae. Benar-benar mainstream.

        Jujur saja setelah saya membaca novel yang satu ini, hal pertama yang paling saya jagokan adalah penggambaran dari seonggok raga bernama ‘Magali’. Hampir semua pembaca juga pasti akan berpendapat demikian, bagaimana tidak jika saat ini semua tokoh novel wanita digambarkan dengan seorang wanita cantik, sopan, feminin, dan lain sebagainya, namun kali ini sosok Magali hadir dengan watak yang berbeda dan cukup unik.

        Novel macaroon Love juga tidak hanya menyajikan sebuah hiburan yang bisa dinikmati para pembaca, namun dari sini kita juga bisa mendapat pengetahuan baru mengenai hal-hal yang menyangkut dengan dunia kuliner. Hal ini tentu saja ditunjang dengan melakukan riset yang baik dan tentunya  berbekal pengetahuan-pengetahuan yang sudah dimiliki oleh penulis sendiri. Sebelum membaca buku ini saya sarankan agar para pembaca bisa menyediakan koneksi internet terlebih dahulu, karena cukup banyak istilah-istilah, nama makanan, atau nama-nama chef yang kurang mainstream ditelinga kita.

Satu hal yang membuat pembaca merasa nyaman saat membaca novel ini adalah, minimnya typo atau kesalahan dalam menulis.
Ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. Alur yang saya rasa mudah ditebak mungkin menjadi sedikit nilai minus dari novel yang satu ini, belum lagi ditambah konflik yang kurang ‘gereget’. Saya sempat menduga bahwa konflik yang akan terjadi benar-benar tidak akan pernah terduga dan membuat pembaca heboh, namun ternyata tidak bagi saya. But over all semua kekurangan itu tertutupi dengan sajian cerita menarik anti mainstream ala Winda Krisnadefa, dengan karakter Magali yang kuat tentu saja akan membawa pembaca masuk kedalam cerita, perpisahan diakhir lembar tentu akan menjadi candu untuk mengulangnya kembali ke halaman pertama.

        Saya suka dengan lembar pembatas part yang berwarna hijau dengan gambar cupcake sebagai background dan centrernya, belum lagi sentuhan cupcake-cupcake kecil  yang menghias  header dan footer setiap halaman, sehingga pembaca tidak hanya disuguhkan tinta hitam polos tanpa warna apapun. Saya sempat menelaah cover novel macaroon love, sempat berfikir bahwa cover hanyalah cover yang kadang tidak terlalu menunjukan isi dari cerita,  namun setelah dilihat dengan seksama  ternyata cover yang terpampang dibagian depan novel ini memiliki sebuah makna universal yang mewakilkan cerita dan petualangan novel Macaroon Love, tangga putih yang memanjang menggambarkan setiap langkah Magali hingga akhirnya ia bisa meraih tujuan dan cintanya pada seorang lelaki yang kelak akan membawakan sebuah macaroon (love) untuknya sebagai pengungkap rasa bahwa betapa tingginya cinta lelaki itu untuk Magali.
Novel yang benar-benar menghibur, “gak nyesel deh udah beli!” 🙂

wpid-Promo+Smartfren+Juli+2013.jpg

>>Click Here<<>>>Click Here<<<