A great WordPress.com site

Archive for November, 2013

RESENSI NOVEL 12 MENIT : MEMBUKA ISI LEMARI BIRU

image

Judul                  : 12 Menit
Pengarang        : Oka Aurora
Penerbit             : Noura Books
Tahun Terbit  : 2013
Tebal buku      : 348 Halaman
Cetakan I          : Mei 2013

Novel 12 menit karya Oka Aurora merupakan novel pertama Oka yang diadaptasi dari skenario filmnya yang keempat. Novel bercover biru yang sederhana ini telah mendapat perhatian dari Andy F. Noya (host Kick Andy), Helvy Tiana Rosa (penulis) dan seorang penyanyi Oppie Andaresta.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sebuah bangsa sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri”
(Q.S : Al-Ra’d (13) : 11)

             Sebuah pembuka yang cukup menarik, kata-kata mutiara kitabullah itu tetulis dilembar ketiga setelah pembaca membuka lemari biru kayu yang sederhana itu. Novel 12 menit ini menyajikan kisah perjuangan sekelompok anak-anak Bontang untuk meraih satu mimpi mereka dalam satu tekad bulat dan semangat bersama.

Sejak duduk dibangku SMA Rene sudah aktif dalam kegiatan marching band sekolahnya. Selepas ia meninggalkan bangku SMA, orangtua Rene mengirimkannya ke Amerika untuk menimba ilmu di fakultas Music Education and Human Learning walau hanya dengan modal pas-pasan.

Rene memberanikan diri untuk mengikuti audisi sebuah marching band berskala internasional. Dia diterima sebagai anggota snare. Dengan kerja keras dan bakat yang dimilikinya, ditahun kedua ia bisa memegang posisi section leader, kemudian di tahun keempat ia diangkat menjadi seorang instruktur.

Sekembalinya ke Jakarta, berbekal skripsi A+ dengan judul “ Pemberdayaan Marching Band Untuk Meningkatkan Kemandirian Remaja Di Negara-Negara Berkembang” dan curriculum vitae luar biasa yang dimilikinya, ia dibanjiri dengan tawaran-tawaran untuk menjadi instruktur dalam tim marching band. Rene bahkan bisa membuat tim marching band sebuah perusahaan menggondol juara umum di acara bergengsi GPMB (Grand Prix Marching Band) tiga kali berturut-turut. Hal itulah yang menjadi dasar manajer tim Marching Band Bontang meminta Rene agar bisa menjadi instruktur tim mereka.

Rene dengan semangat yang kuat, berhasil meyakinkan manajer tim Marching Band Bontang bahwa ia akan melatih timnya dan menyabet piala kemenangan di acara GMPB nanti.

Setelah melakukan audisi yang cukup ketat akhirnya tim inti untuk Marching Band Bontang terbentuk juga. Dengan kegigihan dan usaha kerasnya Rene mengabdikan dirinya untuk melatih anak-anak pemimpi dari Bontang.

Lahang, Tara, dan Elaine adalah sebagian kecil dari pasukan gigih tim Marching Band Bontang. Dengan persoalan hidup masing-masing, mereka harus bisa memilih satu yang terpenting, tim marching band atau masalah hidup mereka sendiri.
Detik demi detik, jam demi jam, hari demi heri, dan tetes peluh yang tak dapat dihitung banyaknya, sudah mereka pertaruhkan demi Bontang di acara GMPB nanti. Meski mereka hanya datang dari sebuah kota di pelosok negeri, meskipun orang-orang menganggap mimpi mereka itu mustahil, namun mereka tetap percaya “dreaming is believing”. Mereka adalah prajurit-prajurit berharga yang indah, seperti berlian di dalam lumpur.

Novel inspiratif ini menjadikan alur maju sebagai alur utamanya, namun beberapa flashback juga turut disisipkan dalam cerita ini. Konflik yang ditimbulkan cukup menarik, seperti mengajak pembaca untuk bersama-sama merasakan beban berat yang dipikul si tokoh dalam novel ini. Konflik yang disajikan pun tidak hanya satu, namun ada beberapa konflik yang ditempatkan dalam sudut pandang yang berbeda.

Oka Aurora berhasil memberi karakter hidup yang kuat bagi tokoh-tokoh di lemari biru ini. Dengan teknik penyampaian melalui dialog, monolog, deskripsi langsung, dan tanggapan antar tokoh, membantu pembaca agar bisa menyimpulkan sifat dari masing-masing tokoh.

“Saya memang orang baru di marching band ini. tapi, Anda tahu sendiri, saya bukan orang baru di marching band. Dan ini, bukan kali pertama saya membawa sebuah tim jadi juara. Saya butuh anda percaya pada saya. Kalau anda saja nggak percaya, bagaimana orang lain. Saya akan membuat marching band ini jadi juara umum di GMPB tahun ini” –hal.14-

Dari kutipan dialog diatas pembaca bisa memahami sifat Rene yang ambisius dan penuh dengan percaya diri. Namun dari keseluruhan cerita, Rene juga merupakan seseorang yang keras kepala, teguh pendirian, dan mampu membangkitkan semangat.

“Sedangkan Bontang… seperti apa orang-orangnya? Apa mereka mengenal Violin Concerto in D minor-nya Mendelssohn? Atau Violin Concerto in C Major milik Joseph Haydn? Bukankah alat musik disana hanya Sampeq –alat petik dari kayu- dan beberapa macam jenis gong” –hal 16-

Setelah membaca untaian kalimat diatas, pembaca akan segera menyimpulkan karakter Elaine yang angkuh, sinis, sombong dan tinggi hati. Namun seiring membaca setiap helaian lembar novel ini, bukan sosok itulah yang ingin ditunjukan Oka dalam tokoh Elaine.

”Elaine menoleh kearah suara itu berasal. Dan, dia terperangah, ketika melihat seluruh murid sekolah, berjajar di sepanjang dinding-dinding bangunan megah itu. Mereka melambai, mengucapkan selamat jalan, meyakinkan Elaine bahwa dia akan dirindukan. Seakan gedung sekolah itu melambai padanya.
Dan sekali lagi, ibu Elaine dikejutkan. Dia menatap tak percaya pada pemandangan itu. anaknya? Elaine? Yang pendiam ini? anaknya yang pendiam ini dilepas oleh teman sebanya ini?” –hal.30-

               Elaine adalah gadis cerdas yang sudah tidak diragukan lagi bakat dalam bermusik dan akademisnya. Elaine yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini memiliki konflik yang cukup sulit, dimana ia harus memilih antara marching band dan sekolahnya. Ayahnya, Josuke mengharuskan Elaine untuk tetap fokus terhadap sekolahnya, namun disisi lain Elaine juga menyukai dunia musik yang sudah menjadi bagian hidupnya (jadilah Elaine si gadis penggalau hahhahahaha). Dari sinilah muncul karakter Elaine yang pendiam, namun ia juga merupakan sosok yang baik, dan memiliki hati nurani yang masih bisa berfungsi untuk menentukan yang terbaik untuk dirinya.

Lahang, dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimilikinya, ia harus berjuang merawat ayahnya yang sakit, namun ia juga ingin mewujudkan mimpinya yang sudah lama tersimpan dalam toples harapan. Situasi sepelik ini mampu mengubahnya menjadi seorang yang tegar, pantang menyerah, ulet dan rajin.

Tara, memiliki tekad dan usaha yang kuat untuk menguasai nada-nada snare drum meski memiliki keterbatasan pendengaran. Namun sesekali ia juga selalu teringat luka masa lalunya yang tak pernah hilang.

Novel 12 menit ini disajikan dengan penuturan gaya bahasa yang baku namun santai, pembaca akan merasa nyaman dengan minimnya typo yang ditemukan, selain itu terdapat dialek khas Bontang yang memperkuat suasana setting Kalimantan Timur di novel ini. Pembaca akan disuguhi dengan kejutan-kejutan menarik disetiap babnya, selain itu suasana-suasana yang tidak dapat diprediksi kerap kali membuat hati seperti diguncang-guncang, terkadang riang, santai, sedih, tegang dan bahagia.

Novel karya Oka Aurora ini layak untuk diberi apresiasi lebih oleh para pembaca. Novel inspiratif yang kaya akan moral ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa hidup ini tidaklah mudah, batu yang menghalang sudah pasti ada menanti, dengan segala jalur pilihan yang harus kita putuskan sendiri dengan tekad dan keyakinan hati untuk bisa singgah dalam mimpi-mimpi kita, dreaming is believing VINCEROOOOO!

Biodata peresensi
Hani Sutina, biasa dipanggil Hani. Saat ini berstatus sebagai pelajar di SMKN 1 Cimahi. Rajin membuka sosmed seperti facebook: Hani Sutina hanisutina17@yahoo.com
twitter: @hani_sutina

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis resensi novel ‘12 Menit’ yang diselenggarakan oleh Nourabooks, periode Juni 2013 s/d November 2013

Iklan

GIVEAWAY

Dibulan november ini, banyak sekali giveaway-giveaway yang diselenggarakan di blog-blog dengan hadiah menarik. Salah satunya di blog http://kubikelromance.blogspot.com/2013/11/giveaway-november-bloghop.html?m=1 ada giveaway dengan hadiah 10 buku untuk 1 orang pemenang, dan voucher buku 500k dari open trolley. Untuk para book lovers tunggu apalagi, yuk ikut giveawaynya, dan raih kesempatan untuk mendapat hadiahnya.