A great WordPress.com site

Uncategorized

Obrolan

ENGLISH TASK

Dear diary,
I feel like I’m in freezer tonight. The sky is dark and now is raining. Last time I decided to go to my room. I thought that I could feel warm if I stay in here. I’m sitting now and want to tell you something scary in my last holiday.

I went to Bossccha’s Villa on September 2015 with Cimahi Production’s crew film, (I did my side job last holiday, exactly I’m a freelancer). We left from basecamp at 01:00 a.m and arrived at Bosscha’s Villa at 05:00 a.m, we went there by car and stayed for 3 days.

We had planned to make a horror film before. I took a part as an Art Director in this film. I made a concept of art such as managed property, managed talent’s costume, and arranged their appearance on camera.
Securities in Bosscha’s Villa said that we had to stopped our activities at 11:30 p.m, we had to slept and did’nt do anything. We asked them “Why we should do that?” they answered “That’s ghosts activities times”.

At first night, we forgot that “wejagan” from the securities. We did’nt stop our activities and we decided to take a rest at 01:00 a.m.

You know?! Suddenly one of us was screaming hardly, he said “AAAAA…” we were shocking at that time “What happen with him?” I said to my self. The man said “I need dupa give me, I need dupa give me that…” his eyes was getting red. I went to my room and found my another friend was being possesed. She laid on a bed and trying hard for attacked “something that I could’nt see”, I whispered some surah from a holy quran to her ears. Some people who have a sixsence handled that moment, and everything was done at 02:00 a.m.

That was my scariest experience that I ever had, and this is my impress experience that I will never forget. I’m shaking now and I’m feeling something strange in here, so I think I should going to sleep. Good night my diary, someday I will tell you another story of me. Byebye~

Iklan

CHALLENGE #2 : KEJAR AURORA

Yay akhirnya bulan ini sempet ngeblog juga setelah sekian lama hiatus hahaha… tentunya blogpost ini spesial untuk diikut sertakan dalam challenge #2 dari Mbak Winda Krisnadefa.

Jadi keingetan waktu bulan lalu, dikasih tugas bikin dokumenter gitu deh sama guru mata pelajaran penyutradaraan, dokumenternya bebas sih mau tema tentang apa aja. Kebetulan ada salah satu kelompok yang mengangkat sebuah dokumenter dengan tema yang pas untuk challenge #2 Mbak Winda Krisnadefa ini. Maka dari itu sekarang izinkan saya untuk sedikit membagi informasi kepada para readers semua.

Belajar adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh manusia. Sebagaimana dikatakan dalam sabda Rasulullah S.A.W :
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat”
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”

Belajar dengan tujuan untuk memperoleh kebaikan kelak akan dicatatkan sebagai amal soleh oleh malaikat rakib dan senantiasa akan mendapat ganjaran kebaikan disisi Tuhan. Langsung aja nih saya pengen cerita tentang salah satu komunitas di Cihanjuang yang kebanyakan anggotanya mahasiswa-mahasiswa kreatif, cerdas, imut, ganteng, cantik, baik, dan so pasti gaul. Komunitas mahasiswa ini mendirikan sebuah kelompok belajar untuk masyarakat di Cihanjuang.

rff

“KEJAR AURORA” adalah kelompok belajar yang disegmentasikan untuk teman-teman yang masih duduk dibangku TK sampai SD kelas 6. Ide pembuatan kelompok belajar ini bermula dari cita-cita Kak Puji Prabowo yang ingin mendirikan sebuah sekolah, berkat gagasannya itu maka dibentuklah kelompok belajar ini bersama teman-teman komunitasnya. Kelompok belajar Aurora, bukan sembarang kelompok belajar biasa, disini setiap siswa berkesempatan untuk mendapatkan soft skill atau pelajaran tambahan diluar sekolah. Setiap siswa akan diajarkan untuk berimajinasi, bagaimana berbicara di depan umum, mengungkapkan pendapat, menjalin hubungan sosial yang baik, dan pelajaran lain yang tidak didapatkan di sekolah formal.

iuii

Siapapun bisa masuk untuk menuntut ilmu di kelompok belajar ini, gratis tidak dipungut biaya apapun, asalkan siswa yang mau ikut belajar harus memenuhi persyaratan umur yang diminta. Kejar Aurora merupakan tempat dimana kita bisa berbagi dan menggali ilmu bersama-sama. Tempat ini semata-mata dibentuk dengan tujuan sebagai wadah bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan biaya.

Kejar Aurora ini dulu berlokasi di daerah Sarijadi dengan menyewa ruko ukuran 2 x 4 meter yang diberi nama ruang imajinasi. Namun sekarang, untuk kegiatan belajar, Kejar Aurora sudah mendapat tempat yang luas di tanah milik perusahaan bandrek Cihanjuang dengan suasana yang nyaman, asri, dan menarik, sehingga setiap siswa bisa lebih leluasa untuk melakukan aktivitasnya.

Denah lokasi ini dibuat oleh kelompok dokumenter Kejar aurora

Denah lokasi ini dibuat oleh kelompok dokumenter Kejar aurora

Meskipun pengajarnya datang atas dasar sukarela (nggak dibayar) tapi hal ini nggak membuat pengajarnya untuk malas membimbing anak didiknya mencari ilmu. Dana yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari pun didapat dari pengajarnya sendiri, mereka mendapatkan uang dari menjual buku, menjual, kaos, dan dana dari Kakak Asuh (donator) setiap bulannya.

l

Berikut adalah kegiatan-kegiatan menarik di Kejar Aurora :

uouou

rrr

uu

UJ

jiijui

Biasanya sebelum mulai belajar anak-anak pasti disuruh untuk berimajinasi dulu, bikin sebuah gambar gitu apa aja yang ada di dalam pikirannya, habis gitu yang mau maju kedepan dan menceritakan gambarnya bakalan dikasih hadiah gitu, macem-macem kadang dikasih permen, coklat, dll.

Nah, kegiatan berenang ini biasanya diadakan sebulan sekali pada hari minggu

ij

oi

Suasana belajar Kejar Aurora.

d

iioii

ooiououio

Belajar sambil bermain memang merupakan konsep dari kelompok belajar Kejar Aurora , hal ini dimaksudkan agar para siswa tidak merasa bosan. Kak Puji, Kak Anggia, Kak Munzir, Kak Ebbie, Kak Yusuf, Kak Ica, dan Kak Dilla, adalah para pengajar di Kejar Aurora ini. Nah, yang mau datang ke Kejar Aurora ini langsung aja deh mampir ke Cihanjuang Bandung deket pabrik bandrek Cihanjuang, atau bisa juga menghubungi Founder and Managing Director of Kejar Aurora yaitu Kak Puji Prabowo di pujiprabowo5@gmail.com atau di twitter @kejarAURORA

Mungkin itu aja sih, yang bisa aku share semoga bisa memotivasi kita untuk memajukan bangsa dan negara ini, juga menambah semangat kita untuk belajar dan menuntut ilmu meskipun pendidikan di Indonesia lagi simpang siur dan gak jelas. Thanks.

banner lomba

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel”


CHALLENGE #3 : KREATIF ITU GAK RIBET, KREATIF ITU MEMANFAATKAN YANG ADA

D

Foto ini diambil pada tahun 2011, dimana saya masih nongkrong dan duduk manis di bangku kelas 1 SMK. First of all, saya pengen cerita dulu nih awal mula terciptanya foto ini. Jadi, pertama-tama kucluk kucluk kucluk datang guru artistik ke kelas, namanya ibu Yulia, beliau menugaskan kami untuk membuat sebuah cerita satu scene, dimana aja scenenya dan ceritanya juga bebas deh asal nggak mengandung unsur SARA dan pornografi. Setelah melakukan brainstorming dan pertapaan akhirnya kami memutuskan untuk membuat sebuah cerita dengan setting di sebuah kafe.

Beberapa menit setelah tugas membuat cerita dikumpulkan, betapa terkejutnya kami waktu bu Yulia bilang, kalau setting yang ada didalam cerita yang telah dibuat harus direalisasikan… whattt kafe? Gimana bikinnya? Liat kelompok lain settingnya pada ringan gak susah, ada yang kamar tidur, dan juga ruang tamu, lha kita?

Kita satu tim ini, yang jumlahnya 6 butir manusia, harus merombak sebuah ruangan dengan jatah luas 3×3 meter untuk dibikin kafe. Dimana kita gak boleh nge cat tembok, maku-makuin tembok, corat-coret tembok, yah pokoknya ruangan itu harus kembali seperti semula setelah set ruang kafe selesai dinilai (Jadi ceritanya, tugas membuat setting kafe ini untuk tugas akhir mata pelajaran artistik- intinya gak boleh ngerombak permanen, alias segala sesuatunya harus bisa dicopot-copot lagi.)

Disini saya bertindak sebagai pendesain, dan pembuat ide untuk set kafe tersebut, tak lupa yang lainnya juga ikut ngasih saran harus gimana-gimananya biar setnya cuco. Setelah membuat konsep berkali-kali sampe ngeganti proposal, akhirnya si set kafe ini berhasil dibuat juga. Dengan modal alakadarnya, dan budget yang disesuaikan dengan kantong pelajar yang masih sangat cupu kala itu. Akhirnya tim kami terpilih sebagai kelompok dengan set terbaik, hahahahaha lumayan dapet nilai ‘87’ diatas kelompok-kelompok yang lain. Dengan nilai bonus itu jugalah akhirnya kita diperbolehkan untuk nggak ikut ulangan tata artistik.

Nah, sekarang saatnya saya ingin mendeskripsikan semua kepalsuan yang ada dihadapan mata para pembaca semua. Dinding-dinding merah item itu sebenenya adalah kertas skotlait yang ditempel di dinding pake doubleteap. Untuk lukisan-lukisannya juga itu hasil ngeprint di warnet seharga 2000/lukisan. Oh iya waktu itu kita gadapet minuman yang rasa strawberry gitu, ya pokoknya kalo di seduh warnanya bakalan jadi merah aja, nah itu kita gadapet, jadi terpaksa kita menguras tinta spidol merah yang ceritanya untuk jadi beverage. Karena semua kru lupa gaada yang bawa air mateng dari rumah, alhasil kita seduh aja deh 3 beverage warna-warni itu pake air keran hahahahaha, jari teman saya yang cowok itu bukan tanda dia habis coblos pemilu, melainkan habis memeras tinta pada spidol merah.

Oke lanjut, pohon yang berdiri dipojokan itu adalah pohon yang dimana kita tebang sendiri dihalaman sekolah, dimana kita minjem golok ke emang-emang penjaga sekolah buat motong pohon yang diameter batangnya kecil itu, padahal aslinya waktu motong pohon itu susah banget. Untuk garnishnya sendiri daun-daun yang menempel cantik itu, sebenernya adalah rumput yang ada didepan kelas, kita petikin aja pura-pura jadi garnish hahahaha.
Tapi dari hal ini saya jadi tau kok

“Kreatif itu gak perlu ribet…. Kreatif itu memanfaatkan yang ada”

banner lomba


GIVEAWAY NOVEL RESTART

Haii, udah pada tau kan kalo Kak Nina Ardianti berhasil menyelesaikan novel barunya, Restart?? Yup, novel terbaru ini memang menjadi buku favorit untuk para book lover. Coba deh liat di goodreads dapet bintang berapa. Kalo aku ga salah liat sih, dapet 4 bintang loh… Penasaran kan kok bisa sih dapet 4 bintang, emang ceritanya kayak gimana? Jujur aja aku pun belum membaca karya kak Nina yang satu ini, kalo kalian belum baca juga ikut aja yuk giveaway di salh satu blog ini >> http://kireinasekai.blogspot.com/2013/11/lpm-meet-greet-with-nina-ardianti.html?m=1 << siapa tau bisa dapet Restart gratiss hahahaha, Yuk buruan ikutan!


RESENSI NOVEL 12 MENIT : MEMBUKA ISI LEMARI BIRU

image

Judul                  : 12 Menit
Pengarang        : Oka Aurora
Penerbit             : Noura Books
Tahun Terbit  : 2013
Tebal buku      : 348 Halaman
Cetakan I          : Mei 2013

Novel 12 menit karya Oka Aurora merupakan novel pertama Oka yang diadaptasi dari skenario filmnya yang keempat. Novel bercover biru yang sederhana ini telah mendapat perhatian dari Andy F. Noya (host Kick Andy), Helvy Tiana Rosa (penulis) dan seorang penyanyi Oppie Andaresta.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sebuah bangsa sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri”
(Q.S : Al-Ra’d (13) : 11)

             Sebuah pembuka yang cukup menarik, kata-kata mutiara kitabullah itu tetulis dilembar ketiga setelah pembaca membuka lemari biru kayu yang sederhana itu. Novel 12 menit ini menyajikan kisah perjuangan sekelompok anak-anak Bontang untuk meraih satu mimpi mereka dalam satu tekad bulat dan semangat bersama.

Sejak duduk dibangku SMA Rene sudah aktif dalam kegiatan marching band sekolahnya. Selepas ia meninggalkan bangku SMA, orangtua Rene mengirimkannya ke Amerika untuk menimba ilmu di fakultas Music Education and Human Learning walau hanya dengan modal pas-pasan.

Rene memberanikan diri untuk mengikuti audisi sebuah marching band berskala internasional. Dia diterima sebagai anggota snare. Dengan kerja keras dan bakat yang dimilikinya, ditahun kedua ia bisa memegang posisi section leader, kemudian di tahun keempat ia diangkat menjadi seorang instruktur.

Sekembalinya ke Jakarta, berbekal skripsi A+ dengan judul “ Pemberdayaan Marching Band Untuk Meningkatkan Kemandirian Remaja Di Negara-Negara Berkembang” dan curriculum vitae luar biasa yang dimilikinya, ia dibanjiri dengan tawaran-tawaran untuk menjadi instruktur dalam tim marching band. Rene bahkan bisa membuat tim marching band sebuah perusahaan menggondol juara umum di acara bergengsi GPMB (Grand Prix Marching Band) tiga kali berturut-turut. Hal itulah yang menjadi dasar manajer tim Marching Band Bontang meminta Rene agar bisa menjadi instruktur tim mereka.

Rene dengan semangat yang kuat, berhasil meyakinkan manajer tim Marching Band Bontang bahwa ia akan melatih timnya dan menyabet piala kemenangan di acara GMPB nanti.

Setelah melakukan audisi yang cukup ketat akhirnya tim inti untuk Marching Band Bontang terbentuk juga. Dengan kegigihan dan usaha kerasnya Rene mengabdikan dirinya untuk melatih anak-anak pemimpi dari Bontang.

Lahang, Tara, dan Elaine adalah sebagian kecil dari pasukan gigih tim Marching Band Bontang. Dengan persoalan hidup masing-masing, mereka harus bisa memilih satu yang terpenting, tim marching band atau masalah hidup mereka sendiri.
Detik demi detik, jam demi jam, hari demi heri, dan tetes peluh yang tak dapat dihitung banyaknya, sudah mereka pertaruhkan demi Bontang di acara GMPB nanti. Meski mereka hanya datang dari sebuah kota di pelosok negeri, meskipun orang-orang menganggap mimpi mereka itu mustahil, namun mereka tetap percaya “dreaming is believing”. Mereka adalah prajurit-prajurit berharga yang indah, seperti berlian di dalam lumpur.

Novel inspiratif ini menjadikan alur maju sebagai alur utamanya, namun beberapa flashback juga turut disisipkan dalam cerita ini. Konflik yang ditimbulkan cukup menarik, seperti mengajak pembaca untuk bersama-sama merasakan beban berat yang dipikul si tokoh dalam novel ini. Konflik yang disajikan pun tidak hanya satu, namun ada beberapa konflik yang ditempatkan dalam sudut pandang yang berbeda.

Oka Aurora berhasil memberi karakter hidup yang kuat bagi tokoh-tokoh di lemari biru ini. Dengan teknik penyampaian melalui dialog, monolog, deskripsi langsung, dan tanggapan antar tokoh, membantu pembaca agar bisa menyimpulkan sifat dari masing-masing tokoh.

“Saya memang orang baru di marching band ini. tapi, Anda tahu sendiri, saya bukan orang baru di marching band. Dan ini, bukan kali pertama saya membawa sebuah tim jadi juara. Saya butuh anda percaya pada saya. Kalau anda saja nggak percaya, bagaimana orang lain. Saya akan membuat marching band ini jadi juara umum di GMPB tahun ini” –hal.14-

Dari kutipan dialog diatas pembaca bisa memahami sifat Rene yang ambisius dan penuh dengan percaya diri. Namun dari keseluruhan cerita, Rene juga merupakan seseorang yang keras kepala, teguh pendirian, dan mampu membangkitkan semangat.

“Sedangkan Bontang… seperti apa orang-orangnya? Apa mereka mengenal Violin Concerto in D minor-nya Mendelssohn? Atau Violin Concerto in C Major milik Joseph Haydn? Bukankah alat musik disana hanya Sampeq –alat petik dari kayu- dan beberapa macam jenis gong” –hal 16-

Setelah membaca untaian kalimat diatas, pembaca akan segera menyimpulkan karakter Elaine yang angkuh, sinis, sombong dan tinggi hati. Namun seiring membaca setiap helaian lembar novel ini, bukan sosok itulah yang ingin ditunjukan Oka dalam tokoh Elaine.

”Elaine menoleh kearah suara itu berasal. Dan, dia terperangah, ketika melihat seluruh murid sekolah, berjajar di sepanjang dinding-dinding bangunan megah itu. Mereka melambai, mengucapkan selamat jalan, meyakinkan Elaine bahwa dia akan dirindukan. Seakan gedung sekolah itu melambai padanya.
Dan sekali lagi, ibu Elaine dikejutkan. Dia menatap tak percaya pada pemandangan itu. anaknya? Elaine? Yang pendiam ini? anaknya yang pendiam ini dilepas oleh teman sebanya ini?” –hal.30-

               Elaine adalah gadis cerdas yang sudah tidak diragukan lagi bakat dalam bermusik dan akademisnya. Elaine yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini memiliki konflik yang cukup sulit, dimana ia harus memilih antara marching band dan sekolahnya. Ayahnya, Josuke mengharuskan Elaine untuk tetap fokus terhadap sekolahnya, namun disisi lain Elaine juga menyukai dunia musik yang sudah menjadi bagian hidupnya (jadilah Elaine si gadis penggalau hahhahahaha). Dari sinilah muncul karakter Elaine yang pendiam, namun ia juga merupakan sosok yang baik, dan memiliki hati nurani yang masih bisa berfungsi untuk menentukan yang terbaik untuk dirinya.

Lahang, dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimilikinya, ia harus berjuang merawat ayahnya yang sakit, namun ia juga ingin mewujudkan mimpinya yang sudah lama tersimpan dalam toples harapan. Situasi sepelik ini mampu mengubahnya menjadi seorang yang tegar, pantang menyerah, ulet dan rajin.

Tara, memiliki tekad dan usaha yang kuat untuk menguasai nada-nada snare drum meski memiliki keterbatasan pendengaran. Namun sesekali ia juga selalu teringat luka masa lalunya yang tak pernah hilang.

Novel 12 menit ini disajikan dengan penuturan gaya bahasa yang baku namun santai, pembaca akan merasa nyaman dengan minimnya typo yang ditemukan, selain itu terdapat dialek khas Bontang yang memperkuat suasana setting Kalimantan Timur di novel ini. Pembaca akan disuguhi dengan kejutan-kejutan menarik disetiap babnya, selain itu suasana-suasana yang tidak dapat diprediksi kerap kali membuat hati seperti diguncang-guncang, terkadang riang, santai, sedih, tegang dan bahagia.

Novel karya Oka Aurora ini layak untuk diberi apresiasi lebih oleh para pembaca. Novel inspiratif yang kaya akan moral ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa hidup ini tidaklah mudah, batu yang menghalang sudah pasti ada menanti, dengan segala jalur pilihan yang harus kita putuskan sendiri dengan tekad dan keyakinan hati untuk bisa singgah dalam mimpi-mimpi kita, dreaming is believing VINCEROOOOO!

Biodata peresensi
Hani Sutina, biasa dipanggil Hani. Saat ini berstatus sebagai pelajar di SMKN 1 Cimahi. Rajin membuka sosmed seperti facebook: Hani Sutina hanisutina17@yahoo.com
twitter: @hani_sutina

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis resensi novel ‘12 Menit’ yang diselenggarakan oleh Nourabooks, periode Juni 2013 s/d November 2013


GIVEAWAY

Dibulan november ini, banyak sekali giveaway-giveaway yang diselenggarakan di blog-blog dengan hadiah menarik. Salah satunya di blog http://kubikelromance.blogspot.com/2013/11/giveaway-november-bloghop.html?m=1 ada giveaway dengan hadiah 10 buku untuk 1 orang pemenang, dan voucher buku 500k dari open trolley. Untuk para book lovers tunggu apalagi, yuk ikut giveawaynya, dan raih kesempatan untuk mendapat hadiahnya.


REVIEW BUKU : THE AMAZING BOOK

image

          Hidayah tentu merupakan sebuah anugerah indah yang diberikan Allah S.W.T kepada kita. Mukjizat paling agung ini tak mungkin tergantikan dengan uang, emas, perak, atau harta duniawi lainnya. Sungguh orang-orang beruntung yang bisa mendapat hidayah sebagai pencerah hidup, dan penuntun jalan untuk beribadah kepada-Nya. Hidayah ibarat  cahaya terang benderang yang mengisi kisi-kisi dalam hati dari kekosongan dan kegelapan. Kadang kita tak menduga kapan hidayah itu akan datang, bagaimana hidayah itu akan datang, melalui siapa hidayah itu datang. Namun bisa jadi hidayah itu sudah datang kepada kita namun kita tak meraihnya malah menghiraukannya, atau hidayah juga bisa datang dikala kita sedang sedih, senang, atau tertimpa suatu musibah.

          Buku The Amazing Hidayah merupakan sebuah kumpulan kisah yang berisi 33 cerita yang ditulis oleh 33 penulis berdasarkan kisah hidup yang dialami. Banyak sekali cerita yang saya favoritkan disini, salah satunya adalah kisah yang berjudul “Bertanya Kepada Allah”. Sebuah masa kelam tanpa penerangan tentulah pernah kita lalui, terkadang kita juga membutuhkan peta dan petunjuk untuk menuju jalan yang benar, mengambil air wudhu dan shalat dua raka’at kemudian kita bisa bertanya segala apapun yang tak bisa kita pecahkan pada Allah dalam do’a. Dalam kisah ini si penulis menceritakan bahwa  si tokoh ‘aku’ yang memiliki masa kelam akhirnya mendapat sebuah petunjuk melalui sebuah cahaya yang bersinar bertuliskan syahadat di dinding dan diatas langit-langit, dan akhirnya ia pun sadar dan kembali bertaubat kepada Allah. Ada kisah lain juga yang menceritakan transformasi seorang wanita dunia yang akhirnya berhijab demi keta’atan kepada Allah untuk mencapai akhiratnya. Ada juga kisah bagaimana seseorang berusaha menghafal Al-qur’an 23 Juz hanya dalam waktu 1 bulan. Dan kisah-kisah lainnya yang tentu saja sangat inspiratif.

          Melalui buku ini saya merasa malu sekaligus tersindir. Sebagai hamba Allah yang hina dan tak jarang melanggar aturan-Nya saya sepatutnya harus segera bertaubat dan memohon ampun pada-Nya. Buku ini seperti memberi ‘jeweran’ kepada saya, bahwa selama ini sudah banyak sekali kesalahan yang sudah saya perbuat, mulai dari kufur nikmat, cinta pada dunia, dan tak jarang saya pun kurang mengingat Allah. Menjadi muslimah kaffah belum juga saya wujudkan. Melalui buku ini saya juga menjadi lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang Insya Allah bernilai pahala Amiin..

          Buku ini sangat cocok untuk dijadikan koleksi perpustakaan bagi para pembaca semua. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa dibalik musibah itu pasti ada hikmah terselip yang sangat besar kebaikannya untuk kita, Allah benar-benar tidak pernah melupakan hamba – hamba-Nya meski kita malah ingkar kepada-Nya, ternyata Allah tidak membiarkan hamba-hamba-Nya termenung sendiri dalam kegelapan, Dia senantiasa memberi cahaya hidayah untuk kita semua.

          Jika para pembaca berminat untuk membeli buku ini, bisa menghubungi Akh Kemal melalui twitter @gustkemal atau nomor handphone 087722201373.

          Hidayah itu memang mahal dan sulit untuk mendapatkan-Nya, kelak jika hidayah datang padaku “kan ku genggam hidayah ini erat-erat selamanya”

Thank’s to
Kak, Akh Kemal (@Gustkemal)

Thank’s for gave me the
Amazing book