A great WordPress.com site

Archive for Juli, 2013

REVIEW : MENCICIPI KISAH MACAROON LOVE

image

        Macaroon love merupakan buah karya unik hasil cipta imajinasi Winda Krisnadefa.  Berbeda dengan novel lainnya, novel ini ternyata menyuguhkan cerita cinta menarik,  dibalut dengan cita rasa kuliner yang bisa anda cecapi asam manisnya… yummy!

“Gali, Magali,  tukang gali sumur..”
“Gali, Magali,  tukang gali kubur…”

        Kalimat-kalimat itu memang tidak asing lagi bagi gadis yang berprofesi sebagai food writer ini. Magali, adalah nama yang kerap kali dijadikan buah ejekan sekaligus plesetan!. Nama yang terdengar tidak mainstream itu memang sudah mewakili sifatnya yang anti mainstream juga, lihatlah bagaimana ia menikmati french fries dan mencocolkannya langsung kedalam vanilla sundae. Benar-benar mainstream.

        Jujur saja setelah saya membaca novel yang satu ini, hal pertama yang paling saya jagokan adalah penggambaran dari seonggok raga bernama ‘Magali’. Hampir semua pembaca juga pasti akan berpendapat demikian, bagaimana tidak jika saat ini semua tokoh novel wanita digambarkan dengan seorang wanita cantik, sopan, feminin, dan lain sebagainya, namun kali ini sosok Magali hadir dengan watak yang berbeda dan cukup unik.

        Novel macaroon Love juga tidak hanya menyajikan sebuah hiburan yang bisa dinikmati para pembaca, namun dari sini kita juga bisa mendapat pengetahuan baru mengenai hal-hal yang menyangkut dengan dunia kuliner. Hal ini tentu saja ditunjang dengan melakukan riset yang baik dan tentunya  berbekal pengetahuan-pengetahuan yang sudah dimiliki oleh penulis sendiri. Sebelum membaca buku ini saya sarankan agar para pembaca bisa menyediakan koneksi internet terlebih dahulu, karena cukup banyak istilah-istilah, nama makanan, atau nama-nama chef yang kurang mainstream ditelinga kita.

Satu hal yang membuat pembaca merasa nyaman saat membaca novel ini adalah, minimnya typo atau kesalahan dalam menulis.
Ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. Alur yang saya rasa mudah ditebak mungkin menjadi sedikit nilai minus dari novel yang satu ini, belum lagi ditambah konflik yang kurang ‘gereget’. Saya sempat menduga bahwa konflik yang akan terjadi benar-benar tidak akan pernah terduga dan membuat pembaca heboh, namun ternyata tidak bagi saya. But over all semua kekurangan itu tertutupi dengan sajian cerita menarik anti mainstream ala Winda Krisnadefa, dengan karakter Magali yang kuat tentu saja akan membawa pembaca masuk kedalam cerita, perpisahan diakhir lembar tentu akan menjadi candu untuk mengulangnya kembali ke halaman pertama.

        Saya suka dengan lembar pembatas part yang berwarna hijau dengan gambar cupcake sebagai background dan centrernya, belum lagi sentuhan cupcake-cupcake kecil  yang menghias  header dan footer setiap halaman, sehingga pembaca tidak hanya disuguhkan tinta hitam polos tanpa warna apapun. Saya sempat menelaah cover novel macaroon love, sempat berfikir bahwa cover hanyalah cover yang kadang tidak terlalu menunjukan isi dari cerita,  namun setelah dilihat dengan seksama  ternyata cover yang terpampang dibagian depan novel ini memiliki sebuah makna universal yang mewakilkan cerita dan petualangan novel Macaroon Love, tangga putih yang memanjang menggambarkan setiap langkah Magali hingga akhirnya ia bisa meraih tujuan dan cintanya pada seorang lelaki yang kelak akan membawakan sebuah macaroon (love) untuknya sebagai pengungkap rasa bahwa betapa tingginya cinta lelaki itu untuk Magali.
Novel yang benar-benar menghibur, “gak nyesel deh udah beli!” 🙂

wpid-Promo+Smartfren+Juli+2013.jpg

>>Click Here<<>>>Click Here<<<

Iklan