A great WordPress.com site

ALASANKU SUKA SAMA NOVEL ASHMORA PARIA

Image

Ashmora Paria, buku ini mengubah cara pandang kita terhadap para penyuka ‘sesama jenis’ (Homo dan lesbian) bercerita tentang bagaimana nasib sepasang wanita yang saling mencintai namun harus terpisah karena sesuatu hal, dan memaksa salah seorang dari mereka untuk mencntai seorang lelaki yang jelas-jelas bukan seonggok gen dari makhluk yang dicintainya.

Mencintai sesama jenis, tentu saja itu bukanlah takdir yang mereka inginkan. Namun mereka percaya Tuhan tidak menjadikan segala sesuatu itu sia-sia dan tak berguna. Sebuah perasan yang absurd(?) Sebuah getaran ritmis yang tanpa disadari telah membuat mereka terlarut dalam babad romantisme. Sebuah perasaan meledak-meledak yang tak dapat direlevansikan dalam sebuah logika, penuh mistis dan mengalir secara fraktal juga bebas, inikah yang disebut cinta? Menyukai sesama jenis, bisakah itu dikatakan cinta?

Novel ini mengajak para pembaca untuk membuka sebelah mata yang tak kunjung terbuka saat menyaksikan fenomena ini. Persepsi tentang kekotoran cinta dalam hubungan mereka ini, bukanlah sebuah kegagalan dari logika, rumus, dan karaya Tuhan. Mereka mengada karena Tuhan. Rasa itu ada karena Tuhan yang menghendakinya. Tidak selayaknya kita memandang sebelah mata untuk para perawan tunggal itu, namun support, dukungan, serta do’a bisa kita lakukan agar mereka bisa menahan keterlarutannya pada sang Hawa, dan bisa normal mencintai kegagahan Adam yang mempesona.

Buku ini sarat akan pesan dan nilai moral, tergantung dari segi mana para pembaca memandang dan menilai. Saya suka dengan buku ini karena pemaparannnya lugas dan jelas, menggunakan bahasa yang cukup “nyeni” dan mampu menghentak-hentak ruang kesadaran. Jujur saaat membaca novel ini saya cukup prihatin. Sepasang gen yang serupa ditakdirkan untuk mencinta, memadu kasih seperti yang telah digariskan Tuhan pada buku kepunyaan-Nya, harus menerima cemoohan, caci maki, dan segala keburukan dari masyarakat. Sebenarnya bukan itulah yang mereka butuhkan, bukan itulah yang mereka harapkan dari ketidakpastian perasaan ini. Seperti didalam gua gelap yang menyesakkan, mereka butuh setitik cahaya untuk kembali dan udara yang mengisi kekosongan paru-paru mereka.

Saya juga menyukai novel ini karena jalan cerita yang ditorehkan cukup berbeda, berani, dan tidak seperti cinta yang biasanya. Sebuah cinta yang rumit dan sulit ditebak menjadi daya tarik ketika saya membacanya .

Sebuah novel yang mengilustrasikan

Tentang makna tangis yang sebenar-benarnya…..

Tentang makna pedih yang sebenar-benarnya…….

Tentang makna perih yang sebenar-benarnya…….

Tentang makna duka yang sebenar-benarnya………

Dan Tentang sebuah apa yang seapa-apanya……….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s